Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Wednesday, November 8, 2017

Cara Buang Racun dalam Tubuh Menggnakan Biji Kopi

View Article
POTRET PERTANIAN -Sering merasa organ pencernaan bermasalah? Atau punya riwayat maag? Mungkin Anda bisa mencoba terapi menggunakan roasting kopi yang dikunyah langsung.

Terapi ini ternyata unik dan mampu menarik minat pengunjung stand Kopi Gayo binaan TNI AD dalam Rembug Kopi Nusantara, akhir pekan lalu. Pengunjung yang datang akan direfleksi tangannya dan diminta mengunyah tiga butir kopi yang sudah diroasting sebelumnya, tanpa minum air putih.

Babinsa Koramil-11/Wih Pesam Serma, Tri Agus yange juga seorang terapis menuturkan, kopi memiliki banyak manfaat kesehatan jika diolah maupun dikonsumsi secara benar. “Biji kopi yang sudah di roasting (disangrai) bisa membuang racun di dalam tubuh. Jika kita konsumsi 3 biji kopi, racun-racun di dalam tubuh bisa diserap biji dan keluar melalui tinja atau air seni," ungkap Serma Tri.

Terapi ini bisa dilakukan karena kafein dan teofilin yang terkandung dalam kopi, mampu memperlebar saluran empedu, sehingga meningkatkan fungsi pengeluaran melalui usus.

Mengenai level roasting yang disarankan untuk terapi ini adalah dark roast. Yakni, warna biji kopi lebih gelap dengan kandungan minyak yang nampak di permukaan biji kopi, serta ukuran yang lebih besar dibandingkan kondisi saat biji kopi masih mentah.

"Apalagi untuk penderita darah rendah. Kopi merupakan minuman yang baik untuk orang yang menderita darah rendah, karena kandungan kafeinnya. Kafein di dalam kopi dapat meningkatkan kerja denyut jantung," jelasnya.

Denyut jantung meningkat sehingga dapat mempompa darah lebih cepat dan akhirnya meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Minum secangkir kopi setiap hari akan membantu meningkatkan tekanan darah rendah. Tapi Serma Tri mengingatkan, jangan sampai lebih dari satu kali. "Makanya, minum kopi yang disangrai dan digiling, bukan digunting (sachet)," ujar Serma Tri. Gsh

Cara Mudah Mengetahui Tanah Asam Menggunakan Alat Ukur PH

View Article
POTRET PERTANIAN - Cara Mudah Mengetahui Tanah Asam Dengan cara Tradisional  Dua cara tersebut memang belum terukur tepat. Sebab, hanya mengetahui tanah itu asam atau tidak. Berapa tingkat keasamannya tidak terukur, sehingga masih sulit dalam pemberian perlakuan pada tanah. Karena itu perlu cara yang lebih terukur. Tentunya dengan menggunakan alat, baik menggunakan kertas lakmus atau pemakaian alat pH meter.

Dengan menggunakan kertas lakmus atau pH indikator. Langkahnya dengan mengambil sampel tanah dari keempat ujung titik lahan ditambah satu titik dari tengah lahan, kemudian dicampur rata. Selanjutnya campur dan aduk merata menggunakan air, dengan perbandingan 1:1.

Biarkan selama 15 menit, sehingga air dan tanahnya terpisah (mengendap) dalam wadah gelas. Lalu masukkan ujung kertas lakmus atau pH indikator tadi selama 1 menit. Usahakan jangan mengenai tanah.

Setelah warna kertas lakmus stabil segera angkat. Lalu cocokkan warna yang ada pada kertas lakmus dengan bagan warna. Kita akan melihat tingkat keasaman tanah yang diukur, berada pada skala pH berapa, apakah 0 atau 1, sampai dengan 7.

Cara kedua menggunakan pH meter dengan memasukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik lahan ditambah satu titik dari tengah lahan. Hasil yang diperoleh langsung dalam bentuk angka yang sudah dirata-ratakan.

Skala keasaman tanah bisa dilihat secara langsung, sehingga mempermudah pemberian dosis dolomit atau kapur pada lahan. Secara umum, setiap kekurangan 1 tingkat dari pH 7 (netral) membutuhkan 2 ton dolomit setiap hektar. Jika pH tanah 5, memberikan dolomit pada lahan sekitar 4 ton/ha. Pemberian dolomit dilakukan sebelum tanaman ditanam atau benih ditabur. Wawan K (THL-TBPP Bengkalis)/Yul

Cara Mudah Mengetahui Tanah Asam Dengan cara Tradisional

View Article
POTRET PERTANIAN - Cara sederhana mengetahui pH tanah di lahan apakah asam atau tidak, cukup dengan melihat apakah di lahan tersebut terdapat tumbuhan Melastoma malabathricum. Dalam bahasa Minang dikenal dengan sikaduduk atau senduduk (Melayu). Masyarakat Jawa menyebutnya senggani atau kemanden. Sedangkan suku Sunda menamakan harendong. Jika tanaman tersebut tumbuh, maka mengindikasikan lahan tersebut memiliki pH tanah yang asam atau pH di bawah 7.

Cara berikutnya, menggunakan kunyit seukuran jempol tangan. Potong menjadi dua bagian. Langkah berikutnya, ambil sampel tanah dari keempat ujung titik lahan ditambah satu titik di tengah lahan. Kemudian aduk secara merata dan basahi dengan air.

Tahap selanjutnya, masukkan satu bagian kunyit yang sudah dipotong ke dalam tanah yang sudah dibasahi lebih kurang 30 menit. Lalu angkat, kemudian perhatikan dan bandingkan warna potongan kunyit yang dicampur dalam tanah dengan potongan yang tidak dicampur.

Jika warna kunyit menjadi pudar, maka dapat dipastikan lahan tersebut memiliki kadar keasaman yang tinggi, pH di bawah 7. Jika warna kunyit tetap, pH tanahnya netral, mendekati 7. Sedangkan, jika warna kunyit menjadi biru, maka kadar keasaman tanah tersebut rendah, pH di atas 7.

Wednesday, October 18, 2017

Jarak Tanam Menentukan Jumlah Populasi

View Article
POTRET PERTANIAN - Upaya peningkatan produktivitas padi dengan hanya menggunakan varietas unggul berdaya hasil tinggi tidak akan efektif tanpa diikuti oleh teknik budi daya spesifik lokasi, terutama pengaturan jarak tanam yang optimal.

Perbedaan jarak tanam sering kali tidak mendapat perhatian dalam cara menentukan produktivitas padi berdasarkan ubinan.

Jarak tanam yang menentukan populasi tanaman per satuan luas bervariasi antarpetani dan antarlokasi. Hal ini dapat menyebabkan dugaan produktivitas padi per satuan luas menjadi tidak akurat.

Kesalahan dalam pendugaan hasil padi per satuan luas berdampak terhadap kesalahan data produksi nasional. Oleh karena itu, diperlukan standarisasi ubinan, pengukuran populasi tanaman (jumlah rumpun) per satuan luas, dan konversi gabah hasil dari ubinan ke hektar berdasarkan jarak tanam padi di lapangan.

Produksi padi ditentukan oleh berbagai aspek, termasuk jarak tanam yang menentukan populasi tanaman di lapangan. Jarak tanam dan populasi tanaman mempengaruhi penangkapan radiasi surya oleh individu tanaman, terutama daun untuk fotosintesis, efektivitas penyerapan hara oleh akar tanaman, kebutuhan air tanaman, sirkulasi udara terutama CO2 untuk fotosintesis dan O2 untuk hasil fotosintesis, ketersediaan ruang yang menentukan populasi gulma, dan iklim mikro (kelembaban dan suhu udara) di bawah kanopi, yang juga berpengaruh terhadap perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Keenam faktor tersebut berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan individu rumpun tanaman padi. Kombinasi antara pertimbangan ilmiah untuk mencapai hasil terbaik/tertinggi dan pertimbangan teknis (mudah, murah, dan sesuai keinginan petani) menyebabkan terjadinya keragaman penerapan jarak tanam di lapangan.

Pengalaman menunjukkan adanya berbagai jarak tanam padi, mulai dari tegel 20 cm x 20 cm; 25 cm x 25 cm; 27,5 cm x 27,5 cm; dan 30 cm x 30 cm hingga sistem jajar legowo.

Tanam jajar legowo merupakan salah satu cara untuk meningkatkan populasi tanaman dan cukup efektif mengurangi serangan hama tikus, keong mas, dan keracunan besi. Jajar legowo (legowo/jarwo) adalah pengosongan satu baris tanaman setiap dua atau lebih baris dan merapatkan dalam barisan tanaman, sehingga dikenal legowo 2:1 apabila satu baris kosong diselingi oleh dua baris tanaman padi atau 4:1 bila diselingi empat baris tanaman. (Shr)

jaraktanam-berita
Lampiran
Berita-Jarak-Tanam: Berita-jarak-tanam.docx (748,5 KB)
Links Website

Puslit/Balai Besar
Balit
BPTP
Program/Komisi
Media Pertanian OnLine
Kementerian Pertanian
PT. RPN
Lainnya
e-Layanan
e-Produk
Uji Mekanisasi Pertanian
SePP Deptan
e-Katalog
Interaktif
Tanya Jawab
Database
Plasmanutfah
Kerjasama Litbang
Pangkalan Data P4MI
Highlight
WBK Kementerian Pertanian

Aplikasi Balitbangtan

Decision Support System untuk Pertanian Lahan Rawa

Pertanian Lahan Rawa

Publikasi Buku

Kalender Tanam Terpadu

Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SMARTD) Project

Memanfaatan Sabut Kelapa sebagai Sumber Kalium Organik

View Article
POTRET PERTANIAN - Produksi buah kelapa Indonesia rata-rata 15,5 miliar butir/tahun, setara 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut, dan 3,3 juta ton debu sabut. Sabut kelapa merupakan hasil samping dari buah kelapa yang berpotensi cukup besar. Saat ini pemanfaatannya masih sebatas untuk kerajinan, bahan bakar dan media tanam.

Sabut kelapa memiliki ketebalan berkisar 5-6 cm yang terdiri atas lapisan luar dan lapisan dalam. Koposisi kimia sabut kelapa antara lain selulosa, lignin, pyroligeous acid, gas, arang, ter, tannin dan potassium. Satu butir kelapa menghasilkan 0,4 kg sabut yang mengandung 30% serat yang kaya unsur.

Sabut kelapa mengandung unsur kalium sebesar 10,25%, sehingga dapat menjadi alternatif sumber kalium organik untuk menggantikan pupuk KCl. Selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, sabut kelapa juga digunakan sebagai media tanam dan pembuatan agar-agar kertas. unsur hara seperti Ca, Mg, K, Na dan P yang sesuai digunakan sebagai pupuk organik. Sabut kelapa sebagai media tanam mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat, aerasi dan drainase yang baik, sesuai dengan daerah panas dan mengadung unsur-unsur hara esensial.

Debu sabut juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik. Debu sabut merupakan hasil samping pada proses penyeratan sabut. Debu sabut mengandung berbagai unsur hara N, P, K, Ca, Mg, Na, Fe, Mn, Cu, Zn dan Al. Pemanfaatannya melalui proses pengomposan untuk menurunkan kadar senyawa fenolik dan tannin dalam debu sabut.(Bur)

Tuesday, April 18, 2017

Lima Langkah Praktis Kendalikan Penyakit Hawar Daun

View Article
Potret Pertanian - Penyakit Kresek atau sebutan lain Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh serangan bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae. Penyakit ini menyerang tanaman padi pada fase awal pertumbuhan padi dan saat padi mulai membentuk anakan.

Patogen ini dapat mengenfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman dari mulai pesemaian sampai menjelang panen. Penyebab penyakit (patogen) menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau lobang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun.

Hal tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis yang apabila terjadi pada tanaman muda mengakibatkan mati dan pada tanaman fase generative mengakibatkan pengisian gabah menjadi kurang sempurna.

Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terutama adalah kelembaban yang tinggi sangat memacu perkembangan penyakit ini. Oleh karena itu penyakit hawar daun bakteri sering timbul terutama pada musim hujan.

Pertanaman yang dipupuk Nitrogen dengan dosis tinggi tanpa diimbangi dengan pupuk Kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu untuk menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri disarankan tidak memupuk tanaman dengan Nitrogen secara berlebihan.

Gunakan pupuk Kalium dan tidak menggenangi pertanaman secara terus menerus, sebaiknya pengairan dilakukan secara berselang (intermiten). Selain itu, ada cara lain untuk mengendalikan penyakit ini.

Pertama adalah dengan penanaman benih dan bibit sehat. Mengingat pathogen penyakit HDB dapat tertular melalui benih maka sangat dianjurkan pertanaman yang terinfeksi penyakit HDB tidak digunakan sebagai benih. Bibit yang sudah terinfeksi/bergejala penyakit HDB sebaiknya tidak ditanam.

Kemudian perhatikan cara tanamnya. Untuk memberikan kondisi lingkungan yang kurang mendukung terhadap perkembangan penyakit HDB sangat dianjurkan tanam dengan system Legowo dan .menggunakan system pengairan secara berselang (intermitten irrigation). Sistem tersebut akan mengurangi kelembaban disekitar kanopi pertanaman, mengurangi terjadinya embun dan air gutasi dan gesekan daun antar tanaman sebagai media penularan pathogen.

Selanjutnya adalah pemupukan. Pupuk Nitrogen berkorelasi positif dengan keparahan penyakit HDB. Artinya pertanaman yang dipupuk Nitrogen dengan dosis tinggi menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan dan keparahan penyakit lebih tinggi. Sebaliknya dengan pupuk Kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu agar perkembangan penyakit dapat ditekan dan diperoleh produksi yang tinggi disarankan menggunakan pupuk N dan K secara berimbang dengan menghindari pemupukan N terlalu tinggi.

Sanitasi lingkungan juga harus terus diperhatikan. Mengingat pathogen dapat bertahan pada inang alternatif dan sisa-sisa tanaman, maka sanitasi lingkungan sawah dengan menjaga kebersihan sawah dari gulma yang mungkin menjadi inang alternatif dan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi merupakan usaha yang sangat dianjurkan.

Terakhir adalah pencegahan. Untuk daerah endemik penyakit HDB disarankan menanam varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap penyakit HDB. Pencegahan penyebaran penyakit perlu dilakukan dengan cara antara lain tidak  menanam benih yang berasal dari pertanaman yang terserang penyakit, mencegah terjadinya infeksi bibit melalui luka dengan tidak melakukan pemotongan bibit dan menghindarkan  pertanaman dari naungan. (shr/ybh)

Sunday, March 26, 2017

Cara Perbanyakan Bunga Sedap Malam

View Article
Potret Pertanian - Sedap malam (Polianthes tuberosa, bahasa Melayu: sundal malam) adalah tumbuhan hijau abadi dari suku asmat Minyak dari bunga ini digunakan dalam pembuatan parfum. Nama tuberosa menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki umbi (tuber). Saat ini dikenal sekitar 12 spesies dari genus Polianthes.

Bunga sedap malam biasa mekar di malam hari. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Meksiko. Bangsa Astek mengenalnya dengan nama omixochitl, "bunga tulang".
Tanaman sedap malam.

Nama bunga ini di India bagian timur adalah ratkirani, yang berarti "ratu malam". Di Singapura bunga ini dinamakan xinxiao, yang berarti "tempat ngengat hinggap". Di Persia, bunga ini disebut maryam, yang merupakan nama umum bagi anak perempuan. Bunga ini juga digunakan di Hawaii untuk pengantin dan dahulu di zaman Viktoria digunakan sebagai bunga kuburan. Harum bunga ini digambarkan sebagai kompleks, eksotis, manis, dan khas bunga.

Tanaman ini tumbuh hingga 45 cm dan menghasilkan rumpun bunga putih. Daunnya panjang dan berwarna hijau muda yang mengumpul di pangkal batangnya. Genus tanaman ini masih berkerabat dekat dengan Manfreda. ( wikipedia )

Tanaman Bunga sedap malam dapat diperbanyak secara vegetative yaitu dengan menggunakan umbinya dengan cara sebagai beriut :
  1. Tentukan rumpun induk yang telah berumur atau tua ( >2 tahun), berumbi banyak, sehat dan produktif berbunga.
  2. Bongkar rumpun induk tersebut dengan menggunakan cangkul atau sekop kecil, garpu atau alat yang lainya.
  3. Buang seluruh daunya, bersihkan rumpun induk dari akar-akarnya maupun tanah yang masih menempel.
  4. Pisahkan umbi dari rumpun induk berdaasarkan ukuran atau berat umbi yang seragam ( hampir sama)
  5. Kumpulkan atau simpan rumpun ditempat yang teduh dan strategis dalam wadah atau tempat secara merata.
  6. keringkan umbi dengan cara disimpan ditempat yang kering, atau diangin-anginkan diatas tungku dapur selama 1 - 3 bulan sampai umbi umbi tampak bertunas dan siap untuk ditanam.
Tujuan pengeringan umbi diatas tungku dapur sampai bertunas adalah untuk mendapatkan pertumbuhan umbi bibit yang seragam dan merata.

untuk kebutuhan umbi bibit persatuan luas lahan sangat tergantung pada sistem tanam. Pada tanam 1 jenis tanaman dengan jarak tanaman 20 x 20 cm, kebutuhan umbi perhektar adalah 200.000 butir umbi bibit.


Saturday, March 25, 2017

Cara Menyimpan Telur Dengan baik Dan Benar

View Article
Potret Pertanian - Kadang masih banyak diatara kita yang belum mengetahui cara-cara sederhana dalam hidup sehari-hari, apalagi bagi bapak-pabak atau laki-laki. yang biasanya tidak sering ngurusin masalah dapur dibanding perempuan yang memang dengan urusan dapur lebih banyak berada disana, untuk sekedar memenuhi kodrat sebagai perempuan terutama yang masih muda dan ingin belajar dalam urusan perdapuran. untuk mempersiapkan diri menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi arjunanya kelak.

Nah berikut sedikit cara Menyimpan Telur dengan Benar, semoga tips tersebut dapat membantu bagi siapa saja yang belum tahu, bagi anda para ibuk-ibuk supaya tidak lupa ya he he he... ok kita simak saja ketengan dibawah ini
  1. Letakkan telur bagian ujung yang tumpul disebelah atas , supaya kalaza tetap menjaga kuning telur ditempatnya dan jauh dari ruang udara.
  2. Simpan telur dalam lemari ES sesudah telur dimasukan dalam kantong plastik dan tutup rapat agar telur tidak kehilangan cairan dan terlindung dari aroma lain.
  3. Kelembapan lingkungan penyimpanan telur sebaiknya sekitar 75 – 90 %. Bila kelembapan terlalu rendah  ( <75 .="" 90="" air="" akan="" besar="" dan="" dapat="" jamur="" jika="" kantung="" kehilangan="" kelembapan="" kemungkinan="" mempercepat="" nbsp="" pembesaran="" sebaliknya="" span="" telur="" terlalu="" timbulnya="" tinggi="" udara="">
  4. Suhu telur sangat mempengaruhi kecepatan perubahan kualitas telur sebagai contoh telur yang disimpan pada suhu 38 derajat celcius akan terjadi perubahan mutu dalam 3 hari, tetapi bila disimpan pada suhu 16 derajat celcius perubahan yang sama akan terjadi dalam 3 minggu.
  5. Sanitasi lingkungan penyimpanan yang baik dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme.