Showing posts with label Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Show all posts
Showing posts with label Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Show all posts

Tuesday, April 18, 2017

Lima Langkah Praktis Kendalikan Penyakit Hawar Daun

View Article
Potret Pertanian - Penyakit Kresek atau sebutan lain Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh serangan bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae. Penyakit ini menyerang tanaman padi pada fase awal pertumbuhan padi dan saat padi mulai membentuk anakan.

Patogen ini dapat mengenfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman dari mulai pesemaian sampai menjelang panen. Penyebab penyakit (patogen) menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau lobang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun.

Hal tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis yang apabila terjadi pada tanaman muda mengakibatkan mati dan pada tanaman fase generative mengakibatkan pengisian gabah menjadi kurang sempurna.

Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terutama adalah kelembaban yang tinggi sangat memacu perkembangan penyakit ini. Oleh karena itu penyakit hawar daun bakteri sering timbul terutama pada musim hujan.

Pertanaman yang dipupuk Nitrogen dengan dosis tinggi tanpa diimbangi dengan pupuk Kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu untuk menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri disarankan tidak memupuk tanaman dengan Nitrogen secara berlebihan.

Gunakan pupuk Kalium dan tidak menggenangi pertanaman secara terus menerus, sebaiknya pengairan dilakukan secara berselang (intermiten). Selain itu, ada cara lain untuk mengendalikan penyakit ini.

Pertama adalah dengan penanaman benih dan bibit sehat. Mengingat pathogen penyakit HDB dapat tertular melalui benih maka sangat dianjurkan pertanaman yang terinfeksi penyakit HDB tidak digunakan sebagai benih. Bibit yang sudah terinfeksi/bergejala penyakit HDB sebaiknya tidak ditanam.

Kemudian perhatikan cara tanamnya. Untuk memberikan kondisi lingkungan yang kurang mendukung terhadap perkembangan penyakit HDB sangat dianjurkan tanam dengan system Legowo dan .menggunakan system pengairan secara berselang (intermitten irrigation). Sistem tersebut akan mengurangi kelembaban disekitar kanopi pertanaman, mengurangi terjadinya embun dan air gutasi dan gesekan daun antar tanaman sebagai media penularan pathogen.

Selanjutnya adalah pemupukan. Pupuk Nitrogen berkorelasi positif dengan keparahan penyakit HDB. Artinya pertanaman yang dipupuk Nitrogen dengan dosis tinggi menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan dan keparahan penyakit lebih tinggi. Sebaliknya dengan pupuk Kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu agar perkembangan penyakit dapat ditekan dan diperoleh produksi yang tinggi disarankan menggunakan pupuk N dan K secara berimbang dengan menghindari pemupukan N terlalu tinggi.

Sanitasi lingkungan juga harus terus diperhatikan. Mengingat pathogen dapat bertahan pada inang alternatif dan sisa-sisa tanaman, maka sanitasi lingkungan sawah dengan menjaga kebersihan sawah dari gulma yang mungkin menjadi inang alternatif dan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi merupakan usaha yang sangat dianjurkan.

Terakhir adalah pencegahan. Untuk daerah endemik penyakit HDB disarankan menanam varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap penyakit HDB. Pencegahan penyebaran penyakit perlu dilakukan dengan cara antara lain tidak  menanam benih yang berasal dari pertanaman yang terserang penyakit, mencegah terjadinya infeksi bibit melalui luka dengan tidak melakukan pemotongan bibit dan menghindarkan  pertanaman dari naungan. (shr/ybh)

Saturday, March 11, 2017

Hama Orong-orong

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Hama
Nama Umum:Mole cricket
Nama Latin: Gryllotalpa sp.
Nama Daerah: Orong-orong
Faktor Yang Mempengaruhi:Mobilitas tinggi, Populasi tinggi pada musim kemarau
Tindakan Preventif:Sanitasi lahan, Perlakuan tanah, Penggunaan Mulsa plastik Hitam perak, Solarisasi,
Pengendalian:Pemasangan umpan bercun (10 kg dedak+100 ml insektisida klorpirifos); penggunaan insektisida sistemik yang diyaburkan di sekitar tanaman; konservasi musuh alami seperti parasitoid Champ somersis leefmansi Beter; Aplikasi insektisida yang dianjurkan
Bahan Aktif yg dapat digunakan:
Deskripsi:Serangga berwarna coklat kehitaman menyerupai cengkerik dengan sepasang kaki depan yang kuat. Sifatnya sangat polifag, memakan akar, umbi, ubi dan tanaman muda.

Hama Nematoda

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Hama
Nama Umum:Nematoda akar
Nama Latin: Meloidogyne sp.
Nama Daerah: Nematoda
Faktor Yang Mempengaruhi:
Tindakan Preventif:Sterilisasi media tanam, penggunaan benih yang sehat, serta sanitasi lingkungan pertanaman
Pengendalian:Pencegahan penyakit ini dengan sterilisasi media tanam, penggunaan benih yang sehat, serta sanitasi lingkungan pertanaman.
Bahan Aktif yg dapat digunakan:
Deskripsi:Nematoda ini mempunyai inang yang sangat luas seperti kentang, kubis, tomat, ubi jalar, tembakau, teh, tebu, jahe, dan padi-padian. Gejala khas serangan nematoda akar adalah terbentuknya bintil-bintil akar. Pada bagian akar tanaman yang terinfeksi terbentuk kanker (gall) seperti yang disajikan pada gambar 22, atau bahkan busuk bila serangan sudah serius. Gejala umum yang dapat diamati adalah tanaman menjadi layu dan daun menguning akibat rusaknya perakaran. Pertumbuhan pada bagian atas tanaman menjadi terhambat. Kumpulan telur nematoda Meloidogyne dilindungi oleh cairan pekat. Larva stadium kedua akan ke luar dari telur, berbentuk cacing dengan ukuran panjang 0,3 - 0,5 mm. Larva tersebut bergerak aktif melalui selaput air di antara partikel-partikel tanah dan menyerang akar tanaman dengan cara melukai epidermis ujung akar dengan stilet (alat penusuk dan pengisap pada mulutnya) lalu masuk ke dalam jaringan sampai ke jaringan tengah. Larva tersebut mengisap cairan sel akar. Cairan pencernaan yang dikeluarkan oleh nematoda ini merangsang terjadinya pembelahan sel akar sehingga terjadi pembengkakan. Keadaan ini dibutuhkan untuk perkembangan larva. Nematoda betina berbentuk seperti buah per dengan ukuran panjang 0,5-1,2 mm. Nematoda jantan berbentuk cacing memanjang dengan ukuran 1,0 - 2,0 mm. Saat ini telah banyak nematisida untuk pengendalian nematoda Meloidogyne yang dapat digunakan.

Hama Thrips parvispinus Karny

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Hama
Nama Umum:Thrips
Nama Latin: Thrips parvispinus Karny
Nama Daerah: Trips
Faktor Yang Mempengaruhi:Kelembaban rendah dan suhu lingkungan yang hangat
Tindakan Preventif:Sanitasi lahan, pemasangan perangkap kuning, mengatur waktu tanam, repellent
Pengendalian:Pengendalian hama ini, yaitu dengan cara mengatur waktu tanam, memasang perangkap likat warna kuning dan perangkap tersebut dipasang pada saat tanam, penggunaan mulsa plastik hitam perak untuk memutus siklus hidup hama sehingga tidak dapat berkepompong di dalam tanah di sekitar tanaman karena terhalang oleh mulsa plastik tersebut, dan insektisida berbahan aktif merkaptodimetur sesuai dosis anjuran. Penggunaan agens hayati seperti Beauveria bassiana dalam waktu 2-3 hari sehingga hama yang terinfeksi tidak dapat beraktifitas.
Bahan Aktif yg dapat digunakan:
Deskripsi:Hama ini bersifat polifag dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap inangnya. Hama ini mempunyai tanaman inang utama yaitu cabai, bawang merah, bawang daun dan jenis bawang lainnya, dan tomat. Tanaman inang lain yaitu tembakau, kopi, ubi jalar, labu siam, bayam, kentang, kapas, tanaman dari famili Crusiferae, Crotalaria, aneka kacang, mawar, dan sedap malam. Hama trips menyerang dengan cara menggaruk dan mengisap cairan tanaman (daun muda/pucuk) dan tunas-tunas muda, sehingga sel-sel tanaman menjadi rusak dan mati. Gejala serangan paling banyak dijumpai pada permukaan atas daun atau bunga. Daun tampak keriput, mengeriting dan melengkung ke atas. Trips biasanya makan di bagian dalam kuncup bunga atau daun yang baru berkembang. Akibat hisapan trips, jaringan tanaman menjadi kering sehingga menimbulkan gejala keperakan. Gejala pada bunga berupa bintik-bintik putih. Kerusakan tanaman ini ditandai dengan adanya bercak-bercak keperak-perakan/kekuning-kuningan seperti perunggu terutama pada permukaan atas daun. Gejala bercak keperak-perakan awalnya tampak dekat tulang daun menjalar ke tulang daun hingga seluruh permukaan daun menjadi putih. Daun kemudian menjadi coklat, mengeriting atau keriput dan akhirnya kering. Pada intensitas serangan yang tinggi, tepi daun berkerut, menggulung ke dalam dan timbul benjolan seperti tumor sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan bila daun tersebut dibuka, akan terdapat imago yang berkelompok. Tanaman yang merana tidak akan menghasilkan bunga yang prima. Pada keadaan seperti itu hasil panen dapat dikatakan rusak dan tidak layak untuk dipasarkan. Hama ini juga bertindak sebagai vektor Tomato Spotted Wilt Virus (TSWV). Populasi dan serangan trips biasanya tinggi pada musim kemarau dan menurun pada musim hujan. Serangga dewasa (imago) berukuran sangat kecil dan bertubuh langsing, dengan panjang tubuh 0,5-5,0 mm (beberapa jenis daerah tropika panjangnya hampir 14 mm). Berwarna kuning pucat sampai coklat kehitaman. Imago yang sudah tua berwarna agak kehitaman, berbercak-bercak merah atau bergaris-garis. Imago trips muda berwarna putih atau kekuning-kuningan. Trips berkembang biak secara partenogenesis. Umur stadium serangga dewasa dapat mencapai 20 hari. Telur trips berbentuk oval atau seperti ginjal. Serangga betina dapat bertelur hingga 80 butir dan dapat menetas setelah 3 - 8 hari. Telur biasanya diletakkan pada daun bagian bawah atau di dalam jaringan tanaman secara terpencar. Nimfa yang baru menetas berwarna keputihan/kekuningan. Nimfa instar pertama dan kedua aktif berada di permukaan daun sedangkan instar selanjutnya tidak aktif. Kemungkinan pada saat ini nimfa berada di permukaan tanah. Pupa yang terbungkus kokon terdapat di permukaan bawah daun dan di permukaan tanah di sekitar tanaman. Trips muda yang keluar dari kokon biasanya belum dapat terbang tetapi sudah dapat meloncat. Perkembangan pupa menjadi trips muda akan semakin meningkat pada kelembaban rendah dan suhu lingkungan yang hangat.


Penyakit Rebah kecambah

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Penyakit
Nama Umum:Damping off
Nama Latin: Pythium spp.
Nama Daerah: Rebah kecambah
Faktor Yang Mempengaruhi:
Tindakan Preventif:Pengaturan Jarak tanam, Pengapuran, Rotasi tanam dengan komoditas yang berbeda famili, Aplikasi Fungisida secara preventif dengan bijak
Pengendalian:Perendaman benih dengan air hangat suam-suam kuku selama 30 menit; Penyemprotan fungisida yang direkomendasikan
Bahan Aktif yg dapat digunakan:Benomil,
Deskripsi:Penyakit rebah kecambah banyak menyerang tanaman muda di persemaian. Gejala serangan yang disebabkan oleh cendawan Pythium spp. ditandai dengan adanya warna coklat di pangkal akar dan membusuk.

Hama Tungau Merah

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Hama
Nama Umum:Tungau Merah
Nama Latin: Tetranychus sp.
Nama Daerah: Tungau Merah
Faktor Yang Mempengaruhi:Gulma yang juga merupakan inang serangga
Tindakan Preventif:Sanitasi lingkungan terutama terhadap gulma yang juga merupakan inang serangga ini
Pengendalian:Pengendalian dapat dilakukan dengan cara sanitasi lingkungan terutama terhadap gulma yang juga merupakan inang serangga ini. Beberapa predator Acarine seperti: Phytoseiulus persimilis dan Typhlodromus occidentalis dan serangga predator yang menyerang tungau merah yaitu Stethorus (Coccinellidae) dan Scolothrips (Thripidae) dapat digunakan untuk menekan populasi saat populasi tinggi. Penggunaan insektisida nabati neem oil dapat digunakan atau dengan aplikasi akarisida berbahan aktif dikofol atau piridaben.
Bahan Aktif yg dapat digunakan:
Deskripsi:Hama ini bersifat bersifat kosmopolit dan dapat dijumpai hampir di seluruh belahan dunia. Tanaman inang selain krisan antara lain singkong, kapas, hampir pada semua tanaman pada famili leguminoceae, jeruk, mawar, karet, jarak, pepaya, dadap, kacang-kacangan, tomat dan gulma terutama golongan dicotyledonae. Tungau sangat cepat berkembang biak dan dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan secara mendadak. Hal ini berkaitan dengan waktu perkembangan tungai yang singkat, yaitu berkisar 12-19 hari pada suhu 20-25°C Bagian tanaman yang diserang antara lain tangkai daun dan bunga. Imago sering berada pada daun bagian bawah. Gejala kerusakan yang diakibatkan oleh tungau hama ini bervariasi tergantung jenis tanamannya. Nekrotik merupakan gejala yang pasti terjadi pada daun yang terserang. Gejala serangannya tampak pada daun berupa titik kecil berwarna terang yang kemudian berkembang menjadi bercak tidak teratur berwarna putih atau hijau. Sering terjadi perubahan warna daun dari kuning menjadi keperakan. Kerusakan lainnya adalah daun mengeriting, nekrosis pada daun dan batang muda bahkan juga pada tunas yang baru tumbuh serta melengkung pada permukaan bawah daun. Bila serangan berat daun layu dan gugur dan tanaman menjadi gundul. Tungau ini berukuran kurang dari 1 mm, biasanya berwarna merah, hijau, orange atau kuning. Siklus hidup tungau ini terdiri dari telur, larva, nimfa (protonimfa dan deutonimfa) dan dewasa. Telur umumnya diletakkan pada permukaan bawah daun tapi terkadang juga pada permukaan atas daun bila populasi tunga berlimpah. Telur berbentuk bulat seperti bola dan saat baru diletakkan berwarna putih bening. Larva dan nimfa berwarna hijau kekuningan dengan bintik gelap pada bagian samping atas. Tungau dewasa umumnya berwarna merah atau merah kekuningan. Warna tubuh imago terkadang dipengaruhi oleh tanaman inangnya. Tungkai berwarna kekuningan. Imago betina memiliki lama hidup yang lebih panjang dibandingkan imago jantan. Tingkat fekunditas bervariasi dan dipengaruhi oleh suhu. Imago betina hanya mampu meletakkan telur rata-rata 10 butir telur per hari, dan selama hidupnya imago betina dapat menghasilkan kira–kira 100 butir telur pada suhu 25oC. Imago jantan berkembang lebih cepat dari pada betina.

Hama Ulat Grayak

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Hama
Nama Umum:Taro caterpillar
Nama Latin: Spodoptera sp.
Nama Daerah: Ulat grayak
Faktor Yang Mempengaruhi:Populasi tinggi pada musim kemarau
Tindakan Preventif:Sanitasi lahan, Pemasangan Feromon
Pengendalian:Aplikasi insektisida yang dianjurkan
Bahan Aktif yg dapat digunakan:Abamektin, Alfa sipermetrin, Alfametrin, Asefat, Azadirahtin, Beta siflutrin, Beta sipermetrin, BPMC, Deltametrin, Diazinon, Diflubenzuron, Dimehipo, Dimelhipo, Dimetoat, Emamektin benzoat, Emamektin benzoat + beta sipermetrin, Emamektin benzoat + Sipermetrin, Esfenvalerat, Etion, Fenobukarb, Fenpropatrin, Fentoat, Fenvalerat, Fipronil, Flubendimid, Gamma sihalotrin, Heksaflumuron, Imidakloprid, Indoksakarb, Karbaril, Karbofuran, Karbosulfan, Kartap Hidroklorida, Klorantraniliprol, Klorfenapir, Klorfluazuron, Klorpirifos, Klorpirifos + Alfa sipermetrin, Klorpirifos + Sipermetrin, Kromafenoksida, Kurkumin + piperin + azadirakhtin, Lambda-sihalotrin, Lambda-sihalotrin + Klorantraniliprol, Lufenuron, Malation, Metaflumizon, Metidation, Metomil, MIPC, Monosultap, Monosultap + Flubendamida, Novaluron, Permetrin, Poksim, Profenofos, Propoksur, Protiofos, Siflutrin, Sipermetrin, Spinosad, Spinoteram, Tiametoksam, Tiodikarb, Tiodikarb + Triflumuron, Triazofos,
Deskripsi:Serangga dewasa berupa ngengat berwarna coklat. Larva/ ulat mempunyai warna yang bervariasi, tetapi mempunyai ciri khas yaitu noktah hitam pada segmen abdomen keempat dan kesepuluh yang menyerupai kalung. Hama ini bersifat polifag.

Hama Ulat Buah

View Article
Potret Pertanian - Berbagi
Kategori OPT

:Hama
Nama Umum:Cotton bollworm
Nama Latin: Helicoverpa armigera
Nama Daerah: Ulat buah
Faktor Yang Mempengaruhi:Populasi tinggi pada musim kemarau
Tindakan Preventif:Sanitasi lahan, Aplikasi pestisida preventif
Pengendalian:Buah cabai yang terserang dikumpulkan lalu dibakar; Aplikasi insektisida yang dianjurkan
Bahan Aktif yg dapat digunakan:Alfa sipermetrin, Asefat, Emamektin benzoat, Imidakloprid, Klorpirifos, Klorpirifos + Sipermetrin, Lambda-sihalotrin, Metomil, Sipermetrin, Spinoteram,
Deskripsi:Serangga dewasa berupa ngengat berwarna coklat kekuning-kuningan dengan bintik-bintik dan garis yang berwarna hitam. Ada dua spesies ulat buah yang me-nyerang tanaman sayuran dan palawija, yaitu ulat buah tomat (Helicoverpa armigera) dan ulat buah jagung (Helicoverpa zea). Stadia yang paling merugikan ialah stadia ulat/ larva. Tubuh ulat berbentuk silindris dan terdapat variasi warna dan corak, tergantung pada sumber makanannya.