Showing posts with label potret pertanian. Show all posts
Showing posts with label potret pertanian. Show all posts

Friday, May 19, 2017

Bijaksana Dalam Menggunakn Pestisida

View Article
POTRET PERTANIAN - Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu.

Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Dalam konsep pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama namun lebih dititikberatkan untuk mengendalikan hama sehingga berada di bawah ambang kendali. Berikut cara menggunakan pestisida yang baik dan benar.
 
A. Cara menggunakan pestisida yang baik agar tidak terjadi resistensi OPT terhadap pestisida Ada lima cara tepat aplikasi pestisida secara bijaksana (jenis dan mutu, waktu, dosis, cara, dan sasaran):
 
1. Tepat jenis dan mutu
  • Menggunakan pestisida yang terdaftar/diijinkan
  • Efektif terhadap jasad sasaran, daya racun rendah, mudah terurai, selektif
  • Wadahnya asli dan masih baik, dengan memperhatikan label yang lengkap
  • Masih berlaku/tidak kadaluarsa
  • Pestisida kontak/racun kontak (lambung) tidak sesuai untuk hama yang berada dalam jaringan tanaman. Untuk hama yang berada dalam jaringan tanaman (penggerek batang padi dapat dikendalikan secara efektif menggunakan jenis insektisida sistemik).

2. Tepat waktu, ditentukan dengan memperhatikan:
  • Ambang pengendalian yang berlaku. Menunda waktu aplikasi pestisida, sehingga apabila populasi hama sangat tinggi akan kurang efektif, mahal, dan memicu kekebalan hama terhadap pestisida. Musuh alami banyak yang mati, sehingga setelah residu pestisida habis, larva yang baru menetas menjadi berkembang cepat tanpa musuh alami.
  • Stadia pertumbuhan tanaman yang diaplikasi
  • Keadaan cuaca yang memungkinkan. Tidak melakukan aplikasi pestisida pada saat banyak embun masih menempel di tanaman (terlalu pagi, matahari belum terbit). Embun yang menempel di daun akan mengencerkan konsentrasi pestisida yang diaplikasikan sehingga menjadi tidak efektif dan menimbulkan kekebalan hama sasaran terhadap pestisida yang diaplikasikan.
  • Waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida adalah ketika hama berada pada stadium rentan. Larva ulat grayak diaplikasi pestisida ketika masih berada dalam stadium /instar 1-2.

3. Tepat dosis:
  • Jasad pengganggu tanaman dapat dikendalikan secara baik dengan pestisida pada dosis (konsentrasi dan jumlah volume cairan semprot) yang dianjurkan sesuai alat aplikasi yang akan digunakan. Konsentrasi pestisida dinyatakan dalam volume formulasi pestisida di dalam satu liter air. Tepat dosis, konsentrasi yang tepat sangat berhubungan dengan dosis aplikasinya. 
  • Dosis aplikasi dinyatakan dengan banyaknya bahan aktif pestisida yang digunakan pada areal seluas satuan tertentu atau banyaknya cairan semprot per satuan luas tertentu. Dosis yang kurang akan menyebabkan hama yang diaplikasi tidak mati, bahkan akan menjadi kebal karena kemampuannya beradaptasi terhadap pestisida yang kurang efektif tersebut.
4. Tepat cara, hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:
  • Menggunakan aplikasi yang tepat sesuai bentuk dan jenis formulasi
  • Memperhatikan keberadaan/tempat jasad sasaran yang dituju
  • Cuaca terutama arah angin, agar keselamatan operator terjamin maka penyemprotan harus dilakukan tidak berlawanan dengan arah angin.

5. Tepat sasaran, hal yang perlu diperhatikan:
  • Keefektifan pestisida terhadap jenis hama yang akan diaplikasi gunakan pestisida yang sesuai dengan hama sasaran. Tidak semua pestisida efektif untuk semua


B. Cara menanggulangi resistensi/kekebalan OPT terhadap pestisida
 
Hama / patogen penyebab penyakit, mempunyai banyak strain/ras/biotipe yang masing-masing mempunyai kemampuan berbeda untuk beradaptasi terhadap lingkungan biotik (faktor biotik: jenis tanaman inang, musuh alami, vektor/serangga pembawa), dan lingkungan abiotik (faktor abiotik: pestisida, faktor cuaca, senyawa pengusir/penarik hama). Aplikasi pestisida yang tidak dilakukan melalui 5 tepat akan memicu berkembangnya generasi strain/ras/biotipe yang tahan terhadap pestisida tersebut.

Satu macam pestisida yang digunakan terus menerus akan menyebabkan timbulnya strain/ras/biotipe opt yang mampu beradaptasi menjadi kebal terhadap pestisida tersebut. Untuk menghindari terjadinya kekebalan opt terhadap pestisida tersebut, perlu dilakukan variasi (selang-seling) penggunaan/aplikasi pestisida yang berbeda, baik formulanya maupun bahan aktifnya.

Friday, March 31, 2017

Nama Latin Tanaman Sayuran dan Tanaman Buah

View Article
Potret Pertanian -  Selamat siang sahabat diamanapun berada, bertemu kembali dengan admin, kali ini saya akan membagikan Nama Latin tanaman sayuran dan Tanaman Buah, barangkali saja ada yang belum tau, tapi buat yang sudah tau supaya tidak lupa, Nama latin adalah cara penamaan yang digunakan secara ilmiah untuk membedakan suatu spesies dengan spesies lainnya, karena satu spesies yang sama bisa memiliki banyak nama untuk daerah yang berbeda, bahkan dalam satu daerah yang sama orang yang berbeda bisa memberi nama yang berbeda untuk satu spesies yang sama. Berikut adalah daftar nama latin tumbuhan buah dan sayuran:

Daftar Nama Latin Tumbuhan Obat

    Ciplukan (Physalis angulata)
    Gambir (Uncaria gambir)
    Mengkudu (Morinda citrifolia)
    Sirih (Piper betle)
    Zodia (Evodia suaveolens)

Daftar Nama Latin Tumbuhan Rempah

    Asam Jawa (Tamarindus indica)
    Bawang Merah (Allium cepa)
    Bawang Putih (Allium sativum)
    Cabai (Capsicum annum)
    Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
    Cengkeh (Syzygium aromaticum)
    Kencur (Kaempferia galanga)
    Lada (Piper nigrum)
    Pala (Myristica fragrans) Daftar Nama Latin Tumbuhan Buah dan Sayuran.
 

Daftar Nama Latin Buah

    Alpukat (Persea americana)
    Apel (Pyrus malus)
    Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
    Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
    Ceremai (Phyllanthus acidus)
    Delima (Punica granatum)
    Durian (Durio zibethinus)
    Duwet (Syzygium cumini)
    Gayam (Inocarpus fagiferus)
    Jambu Air (Eugenia aquea)
    Jeruk Manis (Citrus sinensis)
    Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
    Kasturi (Mangifera casturi)
    Kawista (Limonia acidissima)
    Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
    Kemang (Mangifera kemanga)
    Kelapa (Cocos nucifera)
    Kepa (Syzygium polycephalum)
    Kepel (Stelechocarpus burahol)
    Kersen (Muntingia calabura)
    Korma rawa (Phoenix paludosa)
    Lontar (Borassus flabellifer)
    Mangga (Mangifera indica)
    Manggis (Garcinia mangostana)
    Matoa (Pometia pinnata)
    Menteng (Baccaurea racemosa)
    Mundu (Garcinia dulcis)
    Nam Nam (Cynometra cauliflora)
    Nangka (Artocarpus heterophyllus)
    Pisang (Musa paradisiaca)
    Pepaya (Carica papaya)
    Rambutan (Nephelium lappaceum)
    Salak (Salacca zalacca)
    Sawo Kecik (Manilkara kauki)
    Sawo Manila (Manilkara zapota)

Daftar Nama Latin Sayuran

    Jagung (Zea mays)
    Kacang Hijau (Vigna radiata)
    Kacang Kapri (Pisum sativum)
    Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
    Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)
    Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
    Kentang (Solanum tuberosum)
    Kesambi (Schleichera oleosa)
    Padi (Oryza sativa)
    Petai Cina (Leucaena leucocephala)
    Terung (Solanum melongena)
    Tuba (Derris elliptica) Daftar Nama Latin Tumbuhan Buah dan Sayuran.

Daftar Nama Latin Tanaman Hias atau Bunga

    Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
    Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
    Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
    Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
    Cempaka Putih (Michelia alba)
    Cempaka Kuning (Michelia champaka)
    Cempaka Telor (Magnolia coco)
    Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
    Kenanga (Cananga odorata)
    Melati Gambir (Jasminum pubescens)
    Melati Putih (Jasminus sambac)
    Nibung (Oncosperma tigillarium)

Daftar Nama Latin Tanaman Keras

    Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
    Andalas (Morus macroura)
    Baobab (Adansonia Digitata)
    Bintaro (Cerbera manghas)
    Eboni (Diospyros celebica)
    Gaharu (Aquilaria moluccensis)
    Gandaria (Bouea macrophylla)
    Jati (Tectona grandis)
    Karet (Hevea braziliensis)
    Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
    Kenari (Canarium ovatum)
    Kendal (Cordia bantamensis)
    Kepuh (Sterculia foetida)
    Kokoleceran (Vatica bantamensis)
    Limpasu (Baccaurea lanceolata)
    Maja (Aegle marmelos)
    Majegau (Dysoxylum densiflorum)
    Nagasari (Palaquium rostratum)
    Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)

Daftar Nama Latin Tanaman Umbi dan Rimpang

    Jahe (Zingiber officinale)
    Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
    Garut (Maranta arundinacea)
    Ganyong (Canna edulis)
    Kedawung (Parkia roxburghii)
    Lengkuas (Alpinia galanga)
    Singkong (Manihot esculenta)
    Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Friday, March 10, 2017

Pengertian Konsep Pembangunan Ekoregion

View Article
Potret Pertanian - Ekoregion adalah sebuah konsep pembangunan berbasis pengelolaan secara lestari sumber daya alam dan kenekaragaman hayati. Konsep ini mengedepankan aspek konservasi dalam mengelola sumber daya alam dan keanekaragaman hayati (bio diversity). Ekoregion tidak melarang pemanfaatan sumber daya alam, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara proporsional, sesuai potensi yang tersedia, daya dukung dan daya tampung ekologis. Pengelolaan ekoregion harus terintegrasi antara sumber laut dan pesisir serta sumber daya di darat.
 
Konsep ekoregion sebenarnya hampir sama dengan pengelolaan kawasan yang telah diterapkan pada beberapa wilayah di Indonesia. Bedanya, ekoregion lebih terintegasi secara luas, tidak dibatasi aspek geografis, administrasi pemerintahan, wilayah otorita, wilayah adat, maupun batas negara. Konsep ekoregion berbasis ketersediaan sumber alam dan keanekaragaman hayati, yang secara geografis berdasarkan bentangan alam, daerah aliran sungai dan iklim. Wilayah ekoregion juga tidak hanya mencukup sumber daya fisik, tetapi kehidupan masyarakat secara konprehensif.


Sunday, March 5, 2017

Logo PT. Semen Padang Dari Masa Ke Masa

View Article
Potret Pertanian - Logo PT Semen Padang (PTSP) pertama kali diciptakan pada 1910, semasih bernama Nederlandsch Indische Portland Cement (Pabrik Semen Hindia Belanda). Logonya berbentuk bulat, terdiri atas dua lingkaran (besar dan kecil) dengan posisi lingkaran kecil berada di dalam lingkaran besar. Di antara kedua lingkaran tersebut terdapat tulisan "Sumatra Portland Cement Works". Di dalam lingkaran kecil terdapat huruf N.I.P.C.M, singkatan Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij, sebuah pabrik semen di Indarung, 15 km di timur kota Padang.

Logo itu hanya berumur 3 tahun karena pada 1913 dibuat sebuah logo baru, meski bentuk bulat dengan dua garis lingkaran dan kata-katanya tetap dipertahankan. Hanya saja, NIPCM ditambah dengan NV. Nah, ini yang menarik: ada gambar seekor kerbau jantan dalam lingkaran kecil tampak sedang berdiri menghadap ke arah kiri dengan latar panorama alam Minangkabau. Gambar ini menggantikan posisi huruf NIPCM sebelumnya.

Logo itu diubah lagi pada 1928. Kata Nederlandsch Indische diubah menjadi Padang. Jadi, tulisan di antara kedua lingkaran tersebut adalah N.V. Padang Portland Cement Maatschapij. Di bagian bawahnya tertulis Fabrik di Indarung Dekat Padang, Sumatera Tengah, yang ditulis dengan huruf yang lebih kecil. Wah, telah muncul bahasa Melayu, setelah Sumpah Pemuda pada 1928. Dalam lingkaran kecil, selain gambar kerbau, terdapat gambar seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan sebelah kanan kerbau sambil memegang tali kerbaunya. Ada pula gambar sebuah rumah adat, kelihatan hanya dua gonjongnya, di belakang sebelah kanan kerbau. Panorama di latar belakang ditambah dengan lukisan Gunung Merapi, lambang sumarak ranah Minang. Gambar kerbau tetap ditampilkan mendominasi di lingkaran kecil tersebut.

Jepang kemudian datang membawa perubahan, NV PPCM diganti dengan Semen Indarung. Logo PT SP tidak diubah, kecuali perubahan tulisan dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia. Demikianlah sampai Perang Kemerdekaan (1945-1949). Ada sedikit perubahan, yaitu digantinya tulisan Semen Indarung dengan Kilang Semen Indarung. Namun, saat Belanda kembali pada 1950, nama NVPPCM muncul kembali.Logo PTSP dimodifikasi lagi, pada 1958, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat tentang nasionalisasi perusahaan asing. Logonya yang bulat dipertahankan, tapi tulisan NV PPCM diganti dengan Semen Padang Pabrik Indaroeng. Gambar kerbau tetap ada. Tapi tiada lagi gambar seorang laki-laki, rumah adat, dan gambar panorama Gunung Merapi. Penggantinya adalah gambar atap rumah gadang dengan lima gonjong di atas gambar kerbau.

Logo PTSP diperbarui lagi pada 1970. Dua lingkaran dihilangkan, sehingga tulisan Padang Portland Cement Indonesia dibuat melingkar sekaligus menjadi pembatasnya. Gambar kerbau hanya menampilkan kepalanya saja dengan posisi menghadap ke depan. Di atas kepala kerbau dibuat pula gambar atap/gonjong (5 buah) rumah adat. Muncul pula moto PTSP yang berbunyi "Kami Telah Berbuat Sebelum yang Lain Memikirkan". Namun, pada 1972 logo tersebut dimodifikasi dengan memunculkan dua garis lingkaran: besar dan kecil. Perubahan terjadi lagi pada 1991, saat tulisan Padang Portland Cement menjadi Padang Cement Indonesia.

Pada 1  Juli 2012, PT SP kembali melakukan perubahan logo. Pada perubahan kali ini, PT Semen Padang tidak melakukan perubahan yang bersifat fundamental karena brand perusahaan tertua di Indonesia ini dinilai sudah kuat. Pergantian ini dilakukan dengan pertimbangan, logo yang dipakai sebelumnya memiliki ciri, tanduk kerbau kecil dan complicated  (rumit). Mata kerbau kelihatan old (tua), gonjong dominan,  dan telinga terlihat  off position.  Pada logo baru  disempurnakan menjadi,  tanduk kerbau menjadi besar dan kokoh/melindungi, mata  kelihatan tajam/tegas, gonjong menjadi sederhana (crown) , dan telinga pada posisi  “on” (selalu mendengar).

Logo baru ini memiliki kriteria dan karakter yang kokoh (identitas semen), universal (tidak kedaerahan),  lebih simpel (mudah diingat/memorable), dan lebih konsisten (aplicable dalam ukuran terkecil).