Showing posts with label Metode dan Strategi. Show all posts
Showing posts with label Metode dan Strategi. Show all posts

Wednesday, November 29, 2017

Cara Memasang Renko Chart

View Article
Cara Memasang Renko Chart - Bagi para trader forex pemula, Renko Chart menjadi sangat menarik karena merupakan jenis grafik yang tampilannya terlihat unik dan tersusun rapi. Namun kebanyakan dari mereka masih bingung dan belum mengetahui bagaimana cara memasang dan menampilkan Renko Chart di MetaTrader.

Untuk para trader forex pemula yang ingin memasang dan menggunakan Renko Chart, berikut ini langkah-langkah memasang Renko Chart di MetaTrader Anda :

1. Lakukan pengaturan pada MetaTrader seperti berikut ini :
- pada menu bar MetaTrader Anda, klik "Tools", kemudian klik "Options".
- pada jendela Options, pilih "Expert Advisors".
- check list (centang) pada kotak "Allow automated trading" dan "Allow DLL imports" > Ok".

jendela option metatrader

2. Download RenkoLiveCharts_pimped v4_13.mq4, silahkan Klik Disini !
3. Setelah download berhasil, selanjutnya copy-paste ke MetaTrader Anda, caranya :
- copy file RenkoLiveCharts_pimped_v4_13.mq4
- pada menu bar MetaTrader Anda > klik "File" > klik "Open Data Folder".
- klik "MQL4" > klik "Experts" dan pastekan file RenkoLiveCharts didalamnya.
- restart MetaTrader Anda (tutup dan buka kembali).
4. Pasang RenkoLiveCharts ke MetaTrader Anda pada timeframe M1, caranya :
- pilih pasangan mata uang, misalkan EURUSD kemudian tampilkan pada time frame M1.
- klik tombol "Navigator" atau tekan Ctrl+N
- pilih "Expert Advisors" > double klik file "RenkoLiveCharts" > klik "Ok".
- pastikan tombol "Auto Trading" telah aktif.

ea renkolivechart

5. Setelah RenkoLiveCharts terpasang dan aktif, klik "File", kemudian klik "Open Offline"

chart m2 offline

6. Pada jendela Open Offline Chart, pilih TF M2 pada pasangan mata uang yang Anda gunakan.

mengaktifkan chart m2

7. Pada tampilan chart M2 offline (EURUSD,M2), ubah grafik Bar chart menjadi Chandlestick, kemudian lakukan zoom in (diperbesar) sesuai keinginan Anda. Sekarang Renko Chart telah tampil di MetaTrader Anda, silahkan menambahkan indikator untuk kepentingan analisa Anda.

renko chart m2 offline

Baca artikel : Renko Chart Strategi

Itulah Cara Memasang Renko Chart yang bisa Anda lakukan. Sebaiknya MetaTrader yang Anda gunakan telah berjalan setidaknya 2 bulan. Semoga bermanfaat.

Sumber artikel : http://fx4uall.blogspot.co.id/2017/11/cara-memasang-renko-chart-di-metatrader.html

Tuesday, November 28, 2017

Renko Chart Strategi

View Article
Renko Chart Strategi - Nama Renko diambil dari bahasa Jepang yaitu "Renga" yang artinya Bata. Bata itu kemudian dirangkai sebagai grafik sesuai dengan arah harga, dimana setiap bata memiliki jumlah Pip yang sama sesuai pengaturan yang ditetapkan oleh penggunanya. Banyak trader forex yang menggunakan renko chart sebagai strategi forex trading yang mampu memberikan keuntungan.

Strategi ini cocok digunakan oleh para trader pemula dalam trading forex karena signal transaksi yang diberikannya cukup akurat. Bagi Anda yang ingin mencobanya, silahkan ikuti aturan berikut ini :

Indikator yang digunakan

1. Renko Chart
- RenkoBoxSize : 10

2. Moving Average
- MA methode : Linear Weighted. Period : 10. Shift : 1. Apply to : Typical Price (HLC/3)
- MA methode : Simple. Period : 5. Shift : 0. Apply to : Typical Price (HLC/3)
- MA methode : Simple. Period : 3. Shift : 0. Apply to : Typical Price (HLC/3)

3. CCI
- CCIPeriod : 10
- Level : 0

4. Stochastic Oscillator
- Period %K : 4
- Period %D : 3
- Slowing :5

renko chart strategi

Cara mengetahui trend

Trend Up
- Renko Chart (candle) berada diatas MA 10
- Grafik CCI berada diatas Level 0

Trend Down
- Renko Chart (candle) berada dibawah MA 10
- Grafik CCI berada dibawah Level 0

Cara melakukan open posisi

Buy
- Jika 'MA 3' telah bersilang dengan 'MA 5' dan 'MA 10' dari bawah ke atas
- Grafik CCI telah melewati Level 0 dari bawah ke atas, atau telah berada diatas Level 0
- Stochastic telah bersilang dari bawah ke atas

Sell
- Jika 'MA 3' telah bersilang dengan 'MA5' dan 'MA10' dari atas ke bawah
- Grafic CCI telah melewati Level 0 dari atas ke bawah, atau telah berada dibawah Level 0
- Stochastic telah bersilang dari atas ke bawah

Penggunaan Renko Chart memerlukan koneksi internet yang kuat, pastikan bahwa internet Anda telah mempunyai koneksi atau signal yang kuat. Semoga bermanfaat.

Sumber artikel : https://fx4uall.blogspot.com/2013/09/trad-jak-renko-2.html

Thursday, October 19, 2017

Teknik Analisa Trader Forex Pemula

View Article
Teknik Analisa Trader Forex Pemula - Bagi para trader forex, profit merupakan target utama setiap kali mereka membuka posisi transaksi. Cara yang umum dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah dengan mengamati pergerakan harga pada chart dan menunggu signal entry yang diberikan oleh indikator teknikal yang terpasang. Setiap trader akan selalu berusaha melakukan analisanya secara tepat agar target utama yang mereka harapkan tercapai. Namun jika mereka tidak tahu bagaimana seharusnya analisa itu dilakukan, maka mereka tidak akan mampu mencapai target profit yang mereka harapkan dan akhirnya trading mereka gagal.


Ada seorang trader forex pemula yang hanya mengandalkan analisa teknikal saja untuk membuat keputusan transaksi, namun dia mampu menghasilkan profit yang konsisten. Teknik analisa yang ia lakukan yaitu dengan cara mengamati pergerakan harga melalui tiga time frame yang berbeda secara bersamaan pada chart yang telah di setting menjadi tiga window. Indikator utama yang digunakan adalah Moving Average, Stochastic dan Candletime.

Baca artikel : Candle Time

teknik analisa trader forex pemula

Teknik ini sangat cocok bagi Anda yang hanya menggunakan satu unit monitor untuk memantau pergerakan harga. Jika Anda ingin menggunakan teknik analisa ini, cobalah dengan strategi trading Anda dan sesuaikan time frame dengan keinginan Anda sendiri. Jika Anda melihat posisi grafik (candlestick) pada masing-masing time frame telah berada pada posisi yang sama, maka itulah saatnya Anda membuka posisi transaksi.

teknik analisa trader pemula

Demikian Teknik Analisa Trader Forex Pemula yang mungkin berguna bagi Anda. Untuk lebih jelasnya, gunakan akun demo Anda dan pelajari teknik analisa ini. Semoga bermanfaat.

Sumber artikel : http://fx4uall.blogspot.co.id/2016/10/teknik-analisa-seorang-trader-pemula.html

Sunday, June 4, 2017

Strategi Trading Dengan Trailing Stop

View Article
Strategi Trading Dengan Trailing Stop - Hampir sebagian besar trader forex online menggunakan MetaTrader untuk melakukan transaksi trading forex. Beberapa dari mereka mampu dengan baik memanfaatkan MetaTrader untuk memaksimalkan potensi profit. Ada sebuah fitur di MetaTrader yang dapat digunakan sebagai salah satu strategi trading yang menguntungkan, fitur tersebut adalah Trailing Stop.

Trailing Stop merupakan sebuah fitur di MetaTrader yang berfungsi untuk mengubah posisi stop-loss secara otomatis sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. Cara kerja Trailing Stop adalah dengan mengikuti posisi order yang Anda lakukan. Contohnya jika Anda membuka posisi Buy untuk EUR/USD di harga 1.3350, dengan stop-loss sebesar 30 poin (1.3320) dan Trailing Stop sebanyak 30 poin. Cara kerjanya sebagai berikut :

- Jika harga naik ke 1.3380 atau naik sebesar 30 poin, maka secara otomatis stop-loss Anda akan bergeser ke 1.3350 (1.3320 + 30 = 1.3350). Dari kenaikan ini, jika stop-loss Anda tersentuh, maka hasilnya adalah : profit = 0 (1.3350 - 1.3350 = 0, Loss = 0 (1.3350 - 1.3350= 0).

- Jika harga naik lagi ke 1.3410, maka secara otomatis stop-loss Anda akan bergeser lagi ke 1.3380 (1.3350 + 30 = 1.3380). Dari kenaikan ini, jika stop-loss Anda tersentuh, maka Anda akan mendapatkan profit sebesar 30 poin (1.3380 - 1.3350 = 30). Begitu seterusnya, setiap kali ada kenaikan sebesar 30 poin (sesuai dengan jumlah Trailing Stop) maka stop-loss akan bergeser dan mengunci keuntungan trading Anda sebanyak kelipatan 30 poin.

- Anda juga dapat menutup posisi transaksi Anda sesuai dengan keinginan Anda sendiri tanpa harus menunggu stop-loss tersentuh.

Untuk menggunakan Trailing Stop, maka yang harus Anda perhatikan adalah tren pergerakan harga. Umumnya Trailing Stop digunakan pada saat pergerakan harga sedang trending untuk waktu yang lama. Sebagian trader ada yang menggunakan Trailing Stop hanya pada saat ada berita ekonomi penting yang akan dirilis. Bagaimana cara memasang Trailing Stop ? silahkan baca artikel Mengamankan Profit Trading Forex yang ada di blog ini.

Strategi Trading Dengan Trailing Stop memang sebaiknya diterapkan didalam kegiatan transaksi trading forex, terutama oleh para trader pemula. Trailing Stop akan mengurangi tingkat kerugian yang seharusnya Anda terima dan secara otomatis akan melindungi profit Anda dari kehilangan. Dengan memasang Trailing Stop, setidaknya Anda tidak perlu lagi merasa ragu didalam menentukan exit point. Semoga bermanfaat.

Thursday, September 17, 2015

Strategi Martingale Dalam Trading Forex

View Article
Strategi Martingale Dalam Trading Forex - Martingale merupakan sebuah strategi yang berkembang pada abad ke 18, oleh Paul Pierre Lavy. Strategi tersebut menjadi sangat populer di kalangan para penjudi saat itu. Mereka menggunakan martingale sebagai cara untuk memenangkan taruhan. Cara kerja strategi ini adalah dengan melipatgandakan jumlah taruhan kedua, apabila pada taruhan pertama mengalami kekalahan. Jika pada taruhan kedua juga mengalami kekalahan, maka pemain akan melipatgandakan taruhan yang ketiga dan seterusnya hingga pemain memenangkan taruhan.

Dalam trading forex, Matingale digunakan para trader untuk mengembalikan semua kerugian pada transaksi yang telah dilakukan sebelumnya dengan cara menggandakan jumlah volume transaksi (Lot) pada transaksi berikutnya. Kelebihan dari martingale adalah seorang trader hanya membutuhkan satu kali profit untuk dapat mengembalikan semua kerugian yang telah diperolehnya dan kemudian mendapatkan keuntungan. Tetapi jika modal yang dimiliki tidak cukup untuk menambah jumlah Lot pada transaksi berikutnya, maka trader tersebut akan mengalami kerugian besar.

Untuk menggunakan strategi martingale, Anda harus mempunyai modal yang besar. Hal itu terkait dengan resiko yang terus meningkat pada transaksi-transaksi berikutnya yang akan Anda lakukan. Berikut ini adalah contoh cara menerapkan strategi martingale dalam trading forex :

1. Transaksi loss = 1 lot x 50 pip = -$500
2. Transaksi loss = 2 lot x 50 pip = -$1000
3. Transaksi loss = 4 lot x 50 pip = -$2000
4. Transaksi profit = 8 lot x 50 pip = +$4000

Total loss : $500  + $1000 + $2000 = $3500
Total profit : $4000
Pendapatan : $4000 - $3500 = $500

Dari empat transaksi yang telah Anda lakukan tersebut, Anda masih mendapatkan keuntungan. Strategi Martingale terlihat sangat menguntungkan bagi Anda, tetapi sesungguhnya strategi tersebut akan merugikan Anda. Selain Anda dapat kehilangan banyak peluang transaksi yang baik karena harus terus melakukan transaksi pada posisi yang sama, martingale juga bersifat spekulasi yang mana hal tersebut biasa dilakukan oleh seorang penjudi, sedangkan Anda adalah seorang trader. Prinsip kerja dari seorang trader adalah transaksi dilakukan berdasarkan trend dan bukan berdasarkan harapan untuk menang atau berspekulasi.

Bagi para trader yang telah menggunakan strategi martingale dalam trading forex mengatakan bahwa strategi ini sangat menguntungkan. Apabila Anda juga ingin menggunakan strategi tersebut, sebaiknya Anda pikirkan dengan baik. Apakah Anda sanggup menerima kerugian-kerugian besar hanya untuk mendapatkan nilai keuntungan rata-rata yang kecil. Lamanya waktu menunggu untuk medapatkan profit dapat membuat Anda mengalami tekanan, terlebih lagi jika modal yang Anda miliki semakin berkurang dan Anda terjebak didalam kondisi trend yang panjang. Semua tergantung dengan pilihan Anda.

Monday, August 10, 2015

Apa Itu Pivot Point

View Article
Apa Itu Pivot Point - Pivot Point adalah level harga yang berada diantara level support dan level resistance dan merupakan salah satu metode analisa teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi area dimana pergerakan harga akan mengalami perubahan. Rumusan pivot point digunakan untuk menemukan level Support dan Resistance yang kemudian digunakan untuk menempatkan order (Buy/Sell). Jadi untuk menemukan level support dan resistance, Anda harus lebih dulu mengetahui harga pivot point.

Level Pivot Point dihasilkan dari penjumlahan posisi harga pada periode hari sebelumnya, yang terdiri dari harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close) kemudian dibagi dengan jumlah dari posisi-posisi harga tersebut, yaitu 4 (Open, High, Low, Close). Untuk mengetahui posisi-posisi harga pada periode hari sebelumnya, Anda dapat melakukan cara seperti berikut :

- Buka Chart Anda
- Tekan F2 pada keyboard komputer Anda
- Klik pada mata uang yang Anda perdagangkan
- Klik pada periode Daily (D1)

Perhatikan gambar dibawah ini !

pivot point

Pada gambar diatas menunjukan bahwa posisi EUR/USD pada periode 2015.05.08 00:00 adalah harga Open : 1.1267, High : 1.1289, Low : 1.1178, Close : 1.1210. Cara menghitungnya sebagai berikut :

Pivot Point : (Open + High + Low + Close)/4 = (1.1267 + 1.1289 + 1.1178 + 1.1210)/4 = 1.1236

Resistance 1 : (2 x pivot point) - Low = (2 x 1.1236) - 1.1178 = 1.1294
Resistance 2 : pivot point + (High - Low) = 1.1238 + (1.1289 - 1.1178) = 1.1347
Support 1 : (2 x pivot point) - High = (2 x 1.1236) - 1.1289 = 1.1183
Support 2 : pivot point - (Higj - Low) = 1.1236 - (1.1289 - 1.1178) = 1.1125

Rumus lain untuk menghitung pivot point = (High + Low + Close)/3

level pivot point

Kunci utama dalam menentukan target point atau entry point adalah garis Support dan Resistance. Resistance dikondisikan sebagai batas atau garis psikologis dari pergerakan harga yang sedang naik (bullish). Support dikondisikan sebagai batas atau garis psikologis dari pergerakan harga yang sedang turun (bearish). Sedangkan pivot point biasanya digunakan untuk menentukan arah harga selanjutnya. Jika harga open berada diatas pivot point, maka diprediksi harga akan bergerak naik (bullish). Jika harga open berada dibawah pivot point, maka diprediksi harga akan bergerak turun (bearish).

Pivot Point sangat berguna bagi Anda, agar Anda tidak kehilangan arah dalam menentukan target point dan entry point. Namun demikian, pivot point bukan merupakan cara untuk memastikan pergerakan harga. Sekarang ini telah banyak indikator pivot point yang dapat Anda gunakan langsung secara otomatis. Anda dapat menemukan indikator pivot point melalui situs forex yang ada. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Monday, November 11, 2013

Melakukan Analisa Dengan Benar

View Article
Melakukan Analisa Dengan Benar - Melakukan analisa adalah sebuah tindakan yang sangat penting yang harus dilakukan oleh seorang trader sebelum mengambil sebuah keputusan transaksi. Analisa yang umum dilakukan seorang trader adalah dengan melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada grafik dengan menggunakan berbagai macam indikator (Analisa Teknikal).

Setiap trader memiliki caranya masing-masing dalam melakukan analisa. Para Trader profesional dapat memperoleh keuntungan yang besar hanya dengan beberapa menit berada didepan chart. Mereka tidak perlu duduk berjam-jam untuk memperhatikan pergerakan harga, karena mereka tahu bahwa pergerakan harga berfluktuatif, sehingga mereka hanya memperhatikan sebuah trend jangka panjang pada time frame yang besar, dimana mereka akan membuka posisi lalu menentukan target keuntungan dan kerugian.

Untuk pemula dalam trading forex, jika Anda melakukan analisa hanya dengan melihat chart dalam satu window dan satu time frame, sekarang cobalah gunakan dua window untuk melihat chart Anda. Lakukan analisa pada dua time frame yang berbeda, dimana time frame yang kecil Anda gunakan untuk mendapatkan signal entry dan time yang besar untuk melihat trend yang sedang berlangsung. Perhatikan gambar dibawah ini !


Pada contoh gambar diatas, time frame yang digunakan adalah 'M30' dan 'H4'. Time frame 'M30' digunakan untuk menentukan posisi transaksi dan time frame 'H4' digunakan untuk mengetahui trend yang sedang berlangsung. Jika pada 'H4' trend turun, maka lakukan open posisi 'Sell' apabila pada 'M30' telah membentuk trend turun. Jika pada 'H4' trend turun, sementara pada 'M30' tidak membentuk trend turun, maka tunggulah 'M30' membentuk trend yang sama dengan 'H4'. Begitu juga jika terjadi trend naik.

Dari contoh diatas dapat diketahui bahwa, untuk melakukan open posisi maka trend yang terjadi pada time frame yang kecil harus sama dengan time frame yang besar. Hal ini juga dapat Anda gunakan untuk melakukan scalping. Sesuaikan time frame dengan keinginan Anda, selamat mencoba.

Wednesday, October 9, 2013

Penggunaan Indikator

View Article
Penggunaan Indikator - "Gunakan analisa yang simple, jangan mencari Indikator ataupun Oscillator yang sempurna, itu tidak ada" (Brian Shanon). Bagi para pemula dalam trading forex, berganti-ganti indikator dan sistem/strategi trading adalah hal yang sering dilakukannya. Mereka merasa bahwa indikator yang digunakannya tidak dapat memberikan keuntungan secara terus menerus, sehingga mereka selalu mencari indikator yang dapat memberi 100% profit. Mereka tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang sia-sia, membuang waktu terbaik dan kesempatan untuk melakukan trading forex.

Indikator bukanlah alat yang memastikan arah pergerakan harga, tetapi hanya sebagai alat untuk memprediksi arah pergerakan harga sehingga para trader dapat menempatkan posisi transaksinya dengan benar. Namun demikian indikator merupakan sebuah alat yang sangat penting bagi seorang trader, karena indikator itulah yang akan membantu trader untuk mengambil sebuah keputusan transaksi.

"Setelah saya belajar beberapa tahun, semakin komplek dan banyak input dalam trading plan dapat menyebabkan kebingungan, frustasi dan mengurangi kemenangan. Simpel adalah mudah dan baik" (Jim Wickoff). Dari ungkapan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan 2-3 jenis indikator, maka akan lebih memudahkan seorang trader dalam melakukan analisa dan menentukan posisi transaksi. Perhatikan gambar dibawah ini, Anda akan mengetahui mana yang lebih baik.

Simple

Komplek

Dari kedua gambar tersebut dapat diketahui bahwa sedikit indikator (simple) yang Anda gunakan akan lebih mudah dalam melihat sebuah signal entry. Kesimpulannya adalah jangan menggunakan terlalu banyak menggunakan indikator dan jangan selalu berganti-ganti indikator. Tentukan indikator yang akan Anda gunakan, pelajari indikator tersebut dan tetapkan indikator tersebut untuk terus Anda gunakan.